‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎

head1
head2

Kutu Busuk

Kutu busuk menjadi masalah yang signifikan di negara ini dan di seluruh Negara di dunia.

Mereka dengan mudah menyebar dan sulit untuk dikendalikan dikarenakan pertumbuhan yang cepat dalam jumlah yang luar biasa bisa menyebabkan wabah kutu busuk.

Dampak / Penyebab Dan Cara Mengatasi Hama Kutu Busuk

Kutu busuk atau bangsat atau kepinding atau tinggi atau disebut juga tumila adalah serangga parasit dari keluarga Cimicidae. Kutu busuk dikenal sebagai spesies yang meminum darah manusia dan hewan berdarah panas lainnya. Kutu busuk senang tinggal di rumah manusia, khususnya pada tempat tidur. Kutu busuk biasa tinggal dan bertelur di lipatan tempat tidur atau bantal dan tempat – tempat tersembunyi lainnya.

Kutu busuk biasa menggigit tanpa disadari korbannya, biasanya ia akan agresif pada malam hari. Ia akan menimbulkan bekas gigitannya yang berupa bentol dan terasa gatal serta panas pada korbannya. Serangga parasit ini bias menimbulkan penyakit ruam – ruam, efekpsikologis, dan gejala alergi. Hewan ini beraroma tidak sedap dan sangat menyengat di hidung.

  • Kutu busuk memerlukan darah untuk perkembangannya dari menetas hingga dewasa.
  • Di Indonesia, sampai akhir 1970 an, permasalahan kutu busuk banyak ditemukan di rumah, hotel, bus, kapal ferry tempat pertunjukan dan lain sebagainya.

Kutu busuk betina dapat bertelur hingga 200 butir dengan 3 – 4 butir telur setiap harinya.

  • Dalam 5 bulan, kutu busuk dapat mencapai ukuran 6 – 10 mm hingga dewasa.
  • Kutu busuk mampu bertahan hidup hingga 10 bulan lamanya.
  • Kutu busuk aktif di malam hari dan menunjukkan perilaku pemalu pada siang hari. Akibatnya mereka sulit dideteksi, memungkinkan populasinya untuk cepat tumbuh.