‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎

head1
head2

Lalat

Lalat sebagai vendor penyebar pantogen bibit penyakit di lingkungan anda.

Masalah Lalat :

  • Mencemari makanan dan minuman
  • Mengurangi nilai estetika
  • Menyebarkan penyakit Thypoid fever, Parathypoid, Dysentery, Diarrhea, Tuberculosis, Cholera, Salmonellosis.

Dampak atau Penyebab dan Cara Mengatasi Hama Lalat

PERILAKU TENTANG LALAT!!!

SIANG HARI

  • Habitat di dalam ruangan : lantai, dinding, plafon, meja, peralatan makanan dan minum.
  • Tempat istirahat di luar ruangan : Tanaman, permukaan tanah, pagar kawat dan sampah.

MALAM HARI

  • Tempat istirahat di dalam ruangan : plafon, kabellistrik, tali, kawat dll
  • Tempat istirahat di luar ruangan : pohon / tanaman atau pagar kawat.

Beberapa Jenis Lalat di Indonesia:

  • Lalat Rumah (Muscidae)
  • Lalat Hijau (Callipohoridae)
  • Lalat kandang (Stocmoxys Calcytrans)
  • Lalat Buah (Trypatidae)

Fakta Menarik Tentang Lalat

Lalat dianggap sebagai hewan yang lebih banyak merugikan dibanding manfaat. Telah didokumentasikan bahwa lalat mentransmisikan berbagai penyakit mematikan seperti demam tifoid, disentri, kolera, frambusia, antraks, kusta dan TBC dan lain-lain. Terdapat lebih dari 300.000 spesies lalat di muka bumi ini.

Rata-rata Lalat rumahan hanya bertahan hidup sekitar 30 hari. Jadi jika kamu melihat ada lalat yang terjebak di salah satu ruangan dirumahmu, kamu tidak perlu repot – repot dan bersusah payah untuk “melenyapkannya”, karena sekitar 30 hari kedepan lalat itu akan mati dengan sendirinya.

Lalat betina dewasa bias bertelur hingga 3.000 butir dalam hidup mereka yang hanya satubulan. Nampaknya akan menjadi masalah serius jika seekor lalat yang terkurung dalam ruangan tadi mati dengan meninggalkan jumlah telur yang sebegitu banyaknya. Telur – telur tersebut akan menetas setelah 14 hari diletakkan. Selama cuaca hangat, seekor lalat dapat menghasilkan generasi keluarga dalam waktu kurang dari dua minggu.

Lalat hanya memiliki 2 sayap. Sedangkan, sebagian besar serangga memiliki 4 sayap.Namun lalat dapat mengayunkan sayapnya hingga 200 – 400 kali per detik. Wow,,, menakjubkan bukan ! Belum ada mesin buatan manusia yang sanggup bergerak secepat itu. Lalat hanya akan berhenti menggerakan sayap ketika telah menjejakkan kaki kelantai / tanah.

Lalat memiliki daya penciuman lebih dari 750 meter. Jarak mencari makan lalat biasanya hanya dalam radius dua mil. Sebuah tempat sampah yang tidak dikosongkan bias menjadi tempat berkembang biak bagi 30.000 lalat.

Lalat memiliki lebih dari 4.000 lensa per mata (Lalat hanya memiliki 2 mata). Meskid emikian, lalat tidak dapat melihat dengan baik. Daya visual mereka sangat buruk dalam mengenali warna, namun sangat baik dalam mendeteksi gerakan. Itulah sebabnya mengapa lalat sangat sulit ditangkap dan dipukul. Jika kamu ingin memukulnya, lebih baik dimulai dengan gerakan secara lambat. Mereka cenderung akan mengabaikannya disbanding dengan gerakan secara cepat.

Sesaat sebelum terbang, lalat terlebih dahulu akan melompat kemudian bergerak mundur sebelum bergerak maju. Lalat bertelur pada makanan mereka dan juga makanan kita. Tempat favorit mereka adalah tempat – tempat yang kotor.

Lalat terlebih dulu akan muntah di makanan mereka sebelum benar – benar memakannya . Sebab muntahan mereka mengandung zat yang berfungsi untuk mencairkan makanan. Lalat memiliki zat seperti lem pada bantalan kaki mereka yang membantu mereka menempel pada berbagai permukaan. Lalat buang air besar setiap 4 – 5 menit. jadi, bagi anda yang sedang makan jangan sampai dihinggapi lalat lebih dari 5 menit, karena bias ada bibit penyakit yang terbawa.

Untuk memahami lebih lanjut. Sepertinya agar lebih berimbang kita tidak boleh hanya melihat kekurangannya saja, namun juga harus dilihat manfaat dari kehidupan lalat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para Ilmuan di Australia, ternyata pada sayap lalat terdapat semacam gen yang bias dimanfaatkan untuk industry dan kesehatan.

Pada sayap lalat terdapat semacam gen yang disebut dengan gen refilin. Gen refilin ini ternyata mempunyai daya pegas yang lebih dahsyat dari jenis karet manapun dibelahan dunia. Itulah sebabnya sayap lalat bias mengayun hingga 200 – 400 kali perdetik. Gen refilin ini membuat otot sayap tertekan dan terdorong dengan keras dan cepat disbanding dengan karet olahan manusia.

Sedangkan fungsi kesehatan, gen refilin mengandung zat yang dapat mengobati beberapa penyakit yang mengganggu syaraf – syaraf seperti syaraf arteri dan meina. Jika terjadi penyumbatan pada syaraf tersebut, gen refilin ini dapat menjadi obat penyembuhnya. Para Ilmuan juga masih mengkaji khasiat bagian tubuh lalat lainnya.