‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎

head1
head2

Nyamuk

Nyamuk selalu ada di lingkungan anda!

Masalah nyamuk:

  • Kita perlu waspada karena banyak orang yang sakit dan meninggal karena nyamuk.
  • Nyamuk merupakan penyebar penyakit Demam berdarah, malaria, cikungunya, penyakit kuning, encephalitic dll.

Dampak atau Penyebab dan Cara Mengatasi Hama Nyamuk

Penelitian di Inggris menemukan fakta unik tentang mengapa nyamuk malaria sangat tertarik untuk mengisap darah manusia. Tim penelitidari London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM), Belanda, mendata berbagai cara penularan penyakit malaria pada manusia.

Studi tersebut menemukan bahwa saat nyamuk berpindah ketubuh seseorang diaakan bereproduksi dan menginfeksi. Dan salah satu penyebab ketertarikan nyamuk malaria menempel di tubuh seseorang adalah karena bau keringat orang yang bersangkutan.

Kesimpulan ini didapat setelah peneliti menganalisa nyamuk malaria yang telah terjangkit Plasmodium falciparum, sebuah parasit mematikan yang dapat menginfeksi tubuh manusia. Nyamuk tersebut ditempatkan dalam box yang didalamnya terdapat beberapa stocking yang salah satunya sudah digunakan selama 20 jam.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa dari beberapa stocking yang diletakkan di dalam box, stocking yang sudah dikenakan selama 20 jam tersebut dihinggapi lebih banyak nyamuk malaria ketimbang stocking lainnya, seperti diberitakan BBC. Inilah yang menjadi kesimpulan peneliti bahwa bau keringat merupakan aroma pemikat yang sangat menarik bagi nyamuk malaria untuk mengisap darah dan menginfeksi tubuh seseorang.

Hasil studi ini telah dimuat dalamjurnal Plos One. (dan) Oleh Tanya Lewis, Penulis Live Science.

Para petualang bias bernapas lega. Para ilmuwan telah menemukan cara membuat nyamuk tak lagi mampu mengenali aroma manusia.

Serangga yang menyebalkan itu memburu manusia dengan mendeteksi aroma tubuh, panas tubuh, dan karbon dioksida yang kita embuskan. Spesies nyamuk Anopheles gambiae dan Aedesaegypti lebih cenderung mendeteksi aroma tubuh manusia dan menyebarkan penyakit berbahaya seperti malaria dan demam berdarah dengue.

Dalam penelitiannya, para peneliti menciptakan nyamuk – nyamuk dengan mutasi gen penciuman yang tidak mampu mencium aroma.Nyamuk mutan tersebut gagal merespons aroma tubuh manusia kecuali karbon dioksida, nyamuk – nyamuk tersebut bahkan tidak tertarik terhadap manusia dan cenderung memilih hewan lain.

Hewan pengisap darah yang telah “dimodifikasi” tersebut juga kehilangan kemampuan mengendus aroma obat nyamuk, meski tetap mampu mendeteksi kandungan kimia yang terdapat pada permukaan kulit.

Dengan mengetahui faktor – faktor yang membuat nyamuk – nyamuk tertarik terhadap manusia maka kita bias mengetahui cara baru untuk menangkal mereka. “Pada dasarnya kita bias mengalihkan nyamuk dari tugas utamanya memang samanusia hanya dengan mengubah satu gen saja, ” kata Leslie Vosshall, pakar genetika saraf di The Rockefeller University di New York, dalam sebuah pernyataan dari Howard Hughes Medical Institute.

Vosshall telah mempelajari gen lalat yang disebut “orco,” yang berperan penting terhadap kemampuan lalat dalam mendeteksi aroma. Ada petunjuk bahwa nyamuk memanfaatkan aroma disekitar mereka, membuatVosshall menduga bahwa gen orco kemungkinan juga beperan penting bagi nyamuk seperti halnya pada lalat.

Dengan menerapkan rekaya genetis, Vosshall dan rekan – rekannya memutasi gen orco pada nyamuk Aedesaegypti. Mereka kemudian memaparkan baju dari bahan nylon yang memiliki aroma manusia dengan embusan karbondioksida dan tanpa karbondioksida terhadap nyamuk normal dan nyamuk mutan.Para ilmuwan juga menguji kemampuan nyamuk untuk mengenali udara yang berhembus melalui lengan manusia atau tikus Belanda.

Nyamuk mutan tidak bias mendeteksi aroma manusia tanpa karbon dioksida. Bahkan, meski ada karbon dioksida, nyamuk mutan tersebut masih tidak bias mengenali bau manusia. Dalam percobaan lainnya, tim Vosshall mengukur bagaimana serangga mutasi tersebut dapat merespons DEET, bahan aktif yang banyak terdapat dalam obat nyamuk. Nyamuk – nyamuk tersebut mendapat pilihan lengan manusia yang di lindungan DEET atau lengan tanpa perlindungan apa pun.

Tanpa pandang bulu, nyamuk mutasi tersebut terbang kearah kedua lengan tersebut. Namun begitu hinggap, serangga – serangga tersebut menjadi enggan mengisap darah karena pengaruh DEET yang kuat. Temuan itu menunjukkan bahwa nyamu kmenggunakan dua mekanisme tertentu untuk mendeteksi DEET. Yang satu bekerja saat nyamuk masih jauh, dan yang satunya lagi saat nyamuk mendekati kulit.

Penelitian berikutnya akan menyusuri bagaimana gen orco mampu memengaruhi saraf indra penciuman yang digunakan untuk mengendus manusia. Begitu para ilmuwan memahami bagaimana cara kerja obat nyamuk yang ada saa tini, maka mereka bias mengembangkan obat nyamuk yang lebih, kata Vosshall. Temuan itu dilaporkan di jurnal Nature.