‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎ ‎ ‎ ‎‎ ‎

head1
head2

Tikus

Tikus mempunyai daya jelajah lebih dari 50 meter persegi dari sarang. Jumlah tikus di Indonesia diperkirakan terus meningkat beberapa kali lipat dari jumlah penduduk.

Tikus merupakan vendor berbagai penyakit

Dampak atau Penyebab dan Cara Mengatasi Hama Tikus

Tikus sebagai hama yang hidup disekitar manusia, walaupun tikus mempunyai sifat pemalu, ternyata dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi manusia. Bayangkan jika tikus mempunyai kebiasaan mengerat, tiba-tiba merusak kabel listrik dan mengakibatkan kebakaran, merusak barang di penyimpanan, merusak estetika atau reputasi anda.

Tikus mempunyai daya jelajah yang luas dari sarang tikus dan sarang tikus banyak ditemukan didaerah kota maupun desa. Tikus dapat bersarang di atas pohon, di atas rumah, di dalam tanah, di bangunan yang rusak dan di lorong-lorong selokan tertutup atau tumpukan barang bekas di sekitar lingkungan kita. Jumlah tikus di Indonesia diperkirakan beberapa kali lipat lebih banyak dari jumlah penduduk.

Tikus merupakan pembawa berbagai penyakit diantaranya:

  1. Penyakit Pes yang disebabkan oleh Yersinia Pestis ditularkan oleh kutu tikus.
  2. Penyakit Salmonellosis yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, meracuni makanan dari kotoran tikus.
  3. Penyakit Leptospirosis yang disebabkan oleh Leptospiraic Terohaemorrhagiae, ditularkan melalui air atau benda yang tercemar atau terkena urine tikus.
  4. Hanta Virus atau Demam Berdarah Korea disebabkan oleh virus Hanta yang penyebarannya melalui kotoran, urine, cairan tubuh atau terkontaminasi langsung.
  5. Penyakit Rabies yang disebabkan oleh gigitan tikus atau nying nying.
  6. Lyme Disease dan Rickettsiae Pox, disebabkan oleh bakteri Borrelia Burgdorferidanric Kettsiae Bacteria yang cara penularannya melalui gigitan tungau dari tikus.
  7. Demam digigit tikus disebabkan oleh Spirillium Minus dan Strreptobacillus Minilifomis yaitu bakteri yang tersembunyi di mulut dan hidung tikus.
  8. Tricinosis penyakit yang disebabkan cacing Trichinellaspiralis cara penularannya tidak langsung dengan cara memakan hewan pemangsa tikus.
  9. Murine Typhus yang disebabkan oleh penyakit Rickettsiae Mooser cara penularannya melalui sisa hancuran tubuh pinjal, terinfeksi lewat luka akibat garukan.

Cara pengendalian tikus bisa dengan pengendalian secara kimiawi maupun non kimiawi. Cara yang paling efektis saat ini adalah dengan sistem kimiawi yakni pengumpanan, Rodentisida yang dipakai Anti Coagulant Poisoning, yang membuat tikus tidak curiga pada umpan yang telah dimakannya. Sedangkan cara non kimiawi yakni dengan Rodent Proofing (penutupan akses), Herborage Removal (menghilangkan sarang) sanitasi lingkungan, menyimpan bahan makanan ditempat tertutup, membuat di tempat-tempat yang diperkirakan tikus dapat masuk kerumah atau bangunan.

 

Banyak masyarakat kita belum mengetahui penyakit leptospirosis dan bahayanya. Padalah penyakit tersebut telah mengancam keselamatan masyarakat di Negara kita. Dari catatan dinas kesehatan dari beberapa daerah di Indonesia terdapat lebih dari 100 kasus leptospirosis, 15% diantaranya meninggal duni. Data tersebut membuktikan bahwa penyakit yang di timbulkan oleh tikus hama cukup bahaya. Agar penyakit yang disebabkan oleh urine tikus tersebut tidak terus meningkat dan korban tidak lagi berjatuhan, masyarakat turut peduli menjaga sanitasi yang baik yang bertujuan untuk menekan laju populasi tikus hama. Jangan pernah kita meremehkan penyakit tersebut karna dapat mengakibatkan pendarahan paru-paru, gagal ginjal dan liver. Dari data yang telah kami terima dalam menghadapi penyakit ini pihak pemerintah juga sudah menyiapkan persediaan obat-obatan, namun hal ini saja tidaklah cukup, sebaiknya masyarakat mewaspadai penyakit ini dengan menerapkan pola hidup bersih, sehat dan meminimalisir keberadaan tikus dirumah maupun disekitar tempat tinggal.

Tips agar dapat dapat terhindar dari ancaman leptospirosis dimusim hujan, diantaranya

  • Memakai sepatu bila hendak keluar rumah, terutama di daerah yang becek atau tergenang air.
  • Bagi yang hobi berkebun, selalu gunakan sarung tangan dan sepatu boot.
  • Sebisa mungkin hindari berenang di tempat yang mungkin sudah tercemar urine binatang.
  • Segeralah balut dengan perban kedap air jika anda memiliki luka atau lecet, terutama sebelum melakukan kegiatan yang kemungkinan kontak langsung dengan tanah, lumpur dan air yang tercemar urine binatang.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun sampai bersih ketika hendak makan.
  • Bersihkan selalu sampah dan juga barang-barang yang tidak terpakai yang ada di sekitar tempat tinggal kita, karena tikus senang diam di tempat seperti itu. Untuk lebih meminimalisir keberadaan tikus kami juga siap membantu anda menanganinya.